Plato Foundation

Rehabilitasi Plato Surabaya Berkolaborasi Dengan BNNK Surabaya, Polda Jawa Timur, RRI Surabaya, Unesa dan UKWM Surabaya Menggelar Talk Show Dan Unjuk Aksi Pejuang Pemulihan Dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda Dan Kesehatan Mental Dunia

Facebook
WhatsApp
Twitter

Dalam rangka memperkuat kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemulihan penyalahgunaan narkotika, PLATO berkolaborasi dengan BNNK Surabaya, Polda Jawa Timur, RRI Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya (UKWM Surabaya) menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Unjuk Aksi Pejuang Pemulihan pada 29 Oktober 2026 di center Rehabilitasi PLATO.

Bertajuk “Bangkitkan Semangat, Ciptakan Mental yang Sehat, Menjadi Pejuang Pemulihan Hebat”, harapannya kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi, refleksi, apresiasi, sekaligus ekspresi positif bagi para pejuang pemulihan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan perubahan positif yang telah dibangun selama menjalani proses rehabilitasi.

Talkshow: Bangkitkan Semangat, Ciptakan Mental Sehat, Pejuang Pemulihan Hebat!

Talkshow disampaikan langsung oleh Direktur PLATO (Dita Amalia, S.Sos., M.Psi), Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Surabaya (Dr. Putri Damayanti), Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Rahmatika Ramadhan, M.I.Kom) serta Psikolog dari Polda Jatim (AKBP Dr. M. Mujib Ridwan, Psikolog). Kehadiran para narasumber dari berbagai sektor memperkuat pesan bahwa upaya pemulihan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan kolaborasi, kepedulian, serta dukungan yang berkelanjutan.

Direktur PLATO, Dita Amalia, menyampaikan bahwa pemulihan bukan hanya soal fisik, melainkan juga mengenai mental dan spiritual. Mengutip dari World Health Organization (WHO), Dita menyampaikan individu yang sehat secara mental adalah individu yang mampu mengenali potensi diri, meregulasi emosi, produktif, dan berkontribusi bagi orang lain. Melengkapi pembahasan sebelumnya, Dr. M. Mujib Ridwan menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan pikiran sebagai satu kesatuan dalam membangun kehidupan yang berkualitas. Kesehatan tidak hanya dilihat dari kondisi tubuh yang bebas dari penyakit, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk berpikir secara jernih, mengelola emosi, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai situasi kehidupan. Sementara itu, Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Surabaya, Dr. Putri Damayanti, menerangkan bahwa kesehatan mental sering kali menjadi pemicu untuk seseorang menggunakan narkoba dan sebaliknya dan psikosomatis seringkali muncul pada pengguna narkoba. Putri berpesan kepada para pejuang pemulihan untuk berani mencari bantuan dan tidak boleh merasa sendiri. Di penghujung sesi talkshow, Ketua Tim Pencegahan BNNK Surabaya), Rahmatika Ramadhani, menekankan pentingnya rasa percaya diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia berharap para pejuang pemulihan tidak terjerumus di masalah yang sama. Dengan itu, bangkit dan terus belajar dari kesalahan adalah jalan yang harus dilalui. “Pemulihan itu bukan ajang perlombaan. Bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang berani untuk melangkah maju.” ujarnya.

Pesan utama dalam kegiatan ini adalah bahwa pemulihan dari penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya berfokus pada penghentian penggunaan zat, tetapi juga perlu memperhatikan kesehatan mental, kesejahteraan emosional, hubungan sosial, dan kemampuan individu untuk kembali menjalani kehidupan secara produktif.

 

Unjuk Aksi Pejuang Pemulihan PLATO: Pemulihan sebagai Ruang untuk Bertumbuh dan Berkarya

Tidak hanya menghadirkan edukasi melalui talkshow, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada seluruh pejuang pemulihan untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan potensi diri melalui berbagai penampilan. Beragam unjuk aksi ditampilkan dengan penuh antusias, di antaranya musikalisasi puisi, cover lagu, senam sehat anti narkoba, drama, serta pembacaan Deklarasi Sumpah Pejuang Pemulihan Anti Narkotika.

Musikalisasi puisi menjadi media untuk mengekspresikan perasaan, pengalaman, dan harapan melalui perpaduan kata dan musik. Penampilan cover lagu menjadi bentuk pengembangan kreativitas sekaligus sarana membangun rasa percaya diri. Sementara itu, senam sehat anti narkoba menjadi ajakan untuk membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik. Penampilan drama menjadi media edukasi dan refleksi mengenai kehidupan, tantangan, serta pentingnya mengambil keputusan yang positif. Berbagai penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari proses rehabilitasi yang memberikan ruang bagi para pejuang pemulihan untuk mengembangkan keterampilan sosial, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan mengekspresikan diri. Pembacaan deklarasi bersama oleh seluruh pejuang pemulihan menjadi simbol penguat komitmen untuk terus melindungi diri dengan tidak menyalahgunakan narkoba serta bersiap melawan segala bentuk kejahatan narkoba. “Kami pejuang pemulihan PLATO berjanji, menjadi sosok yang peduli, menginspirasi dan menjaga pemulihan sampai akhir hayat kami”, ucap lantang seluruh pejuang pemulihan.

Melalui kesempatan ini, para pejuang pemulihan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif. Pejuang pemulihan bukan hanya individu yang sedang menjalani proses rehabilitasi, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki hak, kesempatan, dan kemampuan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kolaborasi untuk Membangun Generasi Sehat dan Bersih Narkoba

Kegiatan Talkshow dan Unjuk Aksi Pejuang Pemulihan merupakan salah satu bentuk komitmen PLATO dalam menghadirkan program rehabilitasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan dari ketergantungan narkoba, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan mental, pengembangan potensi diri, dan keberfungsian sosial. Kolaborasi bersama BNNK Surabaya, Polda Jawa Timur, RRI Surabaya, UNESA, dan UKWM Surabaya menjadi wujud pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan dan pemulihan penyalahgunaan narkoba.

Melalui kegiatan rutin bulanan ini, PLATO berharap para pejuang pemulihan semakin mampu mengenali potensi diri, mengelola stres, menjaga kesehatan fisik dan mental, membangun hubungan yang sehat, serta mempersiapkan diri untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, talkshow dan unjuk aksi ini menjadi ruang untuk merayakan setiap proses, menghargai setiap perubahan, dan menguatkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk pulih dan bertumbuh.