Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rehabilitasi PLATO Surabaya menggelar Talkshow dan Unjuk Aksi Pejuang Pemulihan bertajuk “Wani Bangkit, Wani Pulih, Wani Merdeka dari Jeratan Narkoba”, Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Anne Riangga dari RRI ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Surabaya Dr. Putri Damayanti, Pengawas PLATO Ria Damayanti, S.H., M.M., serta Direktur PLATO Dita Amalia, S.Sos., M.Psi.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan Deklarasi Anti Narkoba. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus mendukung mereka yang tengah menjalani proses pemulihan.
Dalam sesi talkshow, Dr. Putri Damayanti menjelaskan dampak penggunaan narkoba terhadap otak dan sistem saraf. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan para pejuang pemulihan untuk berbagi pengalaman selama menjalani rehabilitasi. Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak, kondisi psikologis, hubungan sosial, dan kehidupan seseorang secara menyeluruh.

Sementara itu, Ria Damayanti,SH., MM. membahas berbagai dampak sosial akibat penggunaan narkoba. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk menolak tawaran narkoba, khususnya bagi pejuang pemulihan ketika kembali berinteraksi dengan lingkungan masyarakat.
Direktur PLATO, Dita Amalia, S.Sos., M.Psi., menyampaikan bahwa narkoba mungkin memberikan kesenangan sesaat, tetapi dapat menimbulkan dampak serius dan merusak kehidupan. Karena itu, pejuang pemulihan perlu terus memberdayakan diri serta membangun kembali kehidupan yang sehat dan produktif setelah mengikuti rehabilitasi.

Menurutnya, seseorang yang telah menyelesaikan rehabilitasi belum tentu langsung siap menghadapi lingkungan lama yang berisiko. Pejuang pemulihan tidak perlu menguji kemampuan diri dengan sengaja kembali ke tempat maupun situasi yang pernah memicu penggunaan narkoba. “Proses pulih dapat dimulai dengan menyayangi dan menghargai diri sendiri, salah satunya dengan tidak kembali mengonsumsi narkoba,” pesannya.
Talkshow semakin interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta berdiskusi mengenai cara menghadapi keinginan menggunakan narkoba kembali, tahapan dalam proses pemulihan, pentingnya rehabilitasi, serta dampak penyalahgunaan narkoba bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


Usai talkshow, para pejuang pemulihan menunjukkan bakat dan kreativitas melalui berbagai penampilan, mulai dari menyanyi, shalawat, senam kreasi, hingga drama. Penampilan tersebut berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari seluruh peserta yang hadir dan tamu undangan. Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada pemenang lomba yang sebelumnya telah dilaksanakan selama bulan Agustus. Melalui kegiatan ini, PLATO Foundation mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada orang dengan masalah penyalahgunaan narkoba, melainkan turut menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung proses pemulihan.
Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang keberanian melepaskan diri dari belenggu narkoba. Dengan rehabilitasi, dukungan keluarga, serta lingkungan yang positif, setiap pejuang pemulihan memiliki kesempatan untuk kembali sehat, berdaya, produktif, dan berfungsi sosial.