Surabaya, 25 Mei 2025- Rehabilitasi Sosial PLATO menyelenggarakan kegiatan FSG (Family Support Group), sebagai kegiatan rutin setiap bulannya bagi keluarga klien. Peran keluarga menjadi kunci penting dalam mendukung pemulihan para klien rehabilitasi/ disebut dengan pejuang pemulihan. Narasumber kegiatan ini Dita Amalia, S.Sos, M.Psi, Direktur PLATO dan dimoderatori oleh Konselor Adiksi, Indra Anugrah Dewa. Moderator membuka acara dan menyampaikan tujuan dari kegiatan ini serta pentingnya hadirnya keluarga untuk mendukung pejuang pemulihan untuk bangkit dari ketergantungan narkoba.
Kegiatan dikemas dengan diskusi interaktif untuk memantapkan pemahaman seputar penyakit ketergantungan/adiksi narkoba. Dilanjutkan dengan sharing session, antar keluarga saling berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan terhadap pejuang pemulihan. Keluarga juga membaca pesan yang telah ditulis dari pejuang pemulihan terkait pola pengasuhan yang memicu stres dan beresiko terhadap relapse/menggunakan narkoba kembali. Harapannya keluarga dapat memperbaiki pengasuhan mereka dan memberi ruang nyaman bagi pejuang pemulihan ketika kembali ke rumah. Narasumber memberikan tips bagaimana menerapkan “cinta keras” kepada pejuang pemulihan sebagai bentuk dukungan. Cinta keras adalah bentuk cinta atau perhatian yang diungkapkan dengan cara tegas atau tidak sentimental, seringkali melalui disiplin atau tindakan tegas dengan tujuan untuk mendorong perilaku yang bertanggung jawab atau membantu pejuang pemulihan mengatasi masalah, salah satunya ketika mereka menghadapi suggest/dorongan untuk menggunakan narkoba kembali. “Penerapan cinta keras sangat efektif diterapkan bagi pejuang pemulihan untuk mendorong mereka berubah menjadi lebih baik, mengatasi masalah dan belajar dari sebuah kesalahan untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan sehingga pejuang pemulihan dapat bertumbuh”, tegas Dita.
Family Support Group menjadi bagian penting dalam pemulihan. Kegiatan ini dapat memberikan layanan bagi keluarga melalui dukungan emosional, pendidikan dan informasi seputar narkoba dan dampaknya serta proses pemulihan, penguatan keterampilan komunikasi dan strategi coping yang efektif, memperkuat kelompok dukungan antar keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan dengan membantu keluarga menjaga kesehatan mental mereka sendiri. Dari kegiatan ini diharapkan keluarga juga dapat membantu pejuang pemulihan dalam pencegahan kekambuhan dengan mengenali tanda-tanda awal /potensi kambuh sehingga dapat memberikan respon cepat dan tepat.
Sesi diakhiri dengan butterfly hug yang dilakukan oleh seluruh keluarga yang hadir sebagai bentuk untuk meningkatkan kestabilan emosi dan meredakan stres , sebuah teknik self-help menggabungkan gerakan fisik dengan pernafasan yang tenang. Teknik ini mudah dilakukan dan diterapkan untuk menjaga kesehatan mental khususnya bagi keluarga para pejuang pemulihan. “Saya akan menerapkan ilmu yang saya dapat untuk mendukung pemulihan anak saya”, ujar salah satu peserta FSG. Dengan kekuatan dukungan keluarga, ada banyak harapan bagi pejuang pemulihan untuk pulih