
Kesehatan mental menjadi salah satu prioritas kesehatan masyarakat dunia. World Mental Health Report Tahun 2022 menunjukkan 1 dari 8 orang di dunia atau sekitar 970 juta jiwa hidup dengan gangguan mental terutama depresi dan kecemasan. Lebih lanjut, sebuah publikasi studi review naratif tahun 2024, Prison mental health in South‐East Asia (Bangladesh, India, Indonesia, Nepal, dan Sri Lanka), menunjukkan tingginya prevalensi gangguan kejiwaan di penjara yakni mencapai 40%–100%.
Jumat, 21 November 2025 terlaksana Psikoedukasi Kesehatan Mental untuk 50 Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kelas II A Permisan Nusa Kambanga. Andi Darmawan selaku Kepala Bagian TU melalui sambutannya mendukung kegiatan ini “Harapannya melalui kegiatan ini, peserta dapat menjaga kesehatan mental dan memberikan pengaruh positif bagi WBP lainnya”. Arahan kegiatan disampaikan oleh Direktur PLATO, Dita Amalia terkait pentingnya kesehatan mental bagi WBP ” Regulasi emosi dan pengelolaan stres bagi WBP menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan mental” ujar Dita.

Psikoedukasi dikemas dengan pendekatan interpersonal communication. Sesi membangun suasana dan keakraban menjadi awal kegiatan psikoedukasi, dilanjutkan sesi pause yakni berhenti sejenak dari segala aktivitas, diiringi musik instrumental untuk membangun fokus peserta sebelum memasuki serangkaian materi yang diberikan. Pada sesi overview kesehatan mental, peserta didorong untuk menggali indikator kesehatan mental yang dimiliki serta diberikan bekal keterampilan melakukan regulasi emosi dan manajemen stres. Rangkaian kegiatan di akhiri dengan melakukan butterfly hug bersama, memberikan afirmasi positif untuk dapat menjadi versi terbaik diri. Together We Thrive!