Plato Foundation

Bagaimana Cara Terbaik Melindungi Anak dari Ancaman Kekerasan dan Eksploitasi Seksual di Ruang Digital ?

Facebook
WhatsApp
Twitter

Dalam Dokumentasi Praktik Baik Program Pencegahan dan Penanganan Awal OCSEA (Online Child Sexual Exploitation & Abuse/ Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak Online) pada 21-22 Maret 2025, berbagai pihak berbagi pengalaman untuk menjawab tantangan ini.

Kelompok anak dari perwakilan Duta Internet Sehat dan Aman Sekolah dan Kelurahan (INSAN) dan Forum Anak Surabaya yang memiliki peran sebagai pelopor dan pelapor dalam pencegahan OCSEA. Bertempat di Aula SMP Santa Maria, mereka berbagi kisah bagaimana mereka menyebarkan edukasi, menggugah kesadaran, menghadapi tantangan, dan menciptakan inovasi agar semakin banyak anak terlindungi dari OCSEA.

Sementara itu, Fasilitator Masyarakat (Fasmas) dari 5 kelurahan binaan program SETARA-OCSEA (Tanah Kali Kedinding, Kebonsari, Medokan Semampir, Kertajaya, Pakal) menyebarkan pesan pencegahan OCSEA disetiap kegiatan masyarakat melalui pendekatan seni yang dipadu dengan strategi komunikasi antarpribadi dalam menjangkau orang tua dan lingkungan sekitar.
Dengan karya seni lewat musik tradisional dan gerakan senam, mereka membantu masyarakat memahami pesan pencegahan OCSEA dengan cara yang lebih sederhana dan mudah diingat. Pendekatan komunikasi antarpribadi pun menjadi kunci—berinteraksi dari hati ke hati, membangun kepercayaan, dan memastikan bahwa setiap orang tua memahami bagaimana melindungi anak-anak mereka dari ancaman OCSEA di ruang digital.

Di sisi lain, mitra pemerintah (diwakili oleh DP3APPKB Kota Surabaya, dan Kementerian Agama Kota Surabaya) berbagi praktik terbaik dalam kebijakan, program dan layanan perlindungan anak. Mereka menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menciptakan ekosistem yang aman bagi anak-anak termasuk di lingkungan online.

Di sela-sela sesi, Karen Hollely dari UNICEF berbagi wawasan dan hasil riset tentang perlindungan anak, memberikan perspektif baru dalam menangani kasus kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak khususnya di ranah daring. Diperkuat dalam sesi Dialog bersama LPA muda dan Tim PLATO akan pentingnya berbagai strategi yang sudah dilakukan untuk memastikan sistem pencegahan dan penanganan OCSEA dapat l terbangun dalam rangka menciptakan lingkungan digital yang aman dan ramah anak melalui keterlibatan semua pihak.

Setiap cerita yang dibagikan dalam forum ini mengingatkan kita bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Dari keberanian anak-anak, ketulusan fasilitator, hingga komitmen pemerintah—semua bergerak ke arah yang sama, menciptakan lingkungan digital yang lebih aman untuk masa depan anak-anak.

Saat suara mereka didengar, perubahan pun dimulai❤