Plato Foundation

Training of Trainer HAT (Helping Adolescent Thrive) Mendukung Kesehatan Mental Remaja

Facebook
WhatsApp
Twitter

Training of Trainer HAT (Helping Adolescent Thrive) mendukung kesehatan mental remaja untuk membantu Remaja Berkembang terlaksana pada 16–18 Maret 2025 di Hotel Syariah Surakarta. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara LPA Klaten dan PLATO dengan dukungan UNICEF, melibatkan 30 peserta dari berbagai komunitas remaja di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melalui kegiatan ini peserta belajar dan saling berbagi mengenai isu kesehatan mental dalam rangka menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi remaja. Selain itu pengetahuan dan keterampilan yang di peroleh diharapkan dapat menjadi bekal peserta sebagai peer educator untuk mempromosikan kesehatan mental kepada remaja lainnya.

Kegiatan pada hari pertama dipandu oleh Cristina Setianingrum dan Erry Pratama dari LPA Klaten. Cristina dan Erry menyampaikan tujuan dan rangkaian proses yang akan dilakukan oleh peserta selama ToT, meminta peserta mengisi pre-test dan self-assessment sebelum pelatihan dimulai serta membangun suasana dengan mengajak peserta saling berkenalan satu sama lain.

Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan ini disampaikan oleh Naning Pudji Julianingsih, Spesialis Perlindungan Anak di Wilayah Jawa. Naning menyampaikan bahwa kesehatan mental menjadi isu yang sangat penting, terutama bagi remaja saat ini. “Harapannya, fasilitator terpilih yang mengikuti kegiatan ini nantinya dapat menjadi peer support untuk membantu remaja lainnya mengenali, memahami, dan memelihara kesehatan mental mereka,” ujar Naning. Harapannya dampak kegiatan ini tidak hanya terbatas di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tetapi juga dapat dirasakan di seluruh remaja di wilayah Indonesia.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Asep Zulhijar, Child Protection Officer UNICEF Indonesia. Asep membahas tentang remaja dan perkembangannya, seputar kesehatan mental serta kondisi kesehatan mental remaja di Indonesia. “Tiga dari empat masalah kesehatan mental muncul sebelum usia 14 tahun. Kesehatan mental yang tidak terkelola dengan baik dapat berpengaruh terhadap gangguan emosional dan perilaku seperti melukai diri sendiri, bunuh diri, hingga penyalahgunaan zat berbahaya,” jelas Asep. Menurutnya, terdapat tiga keterampilan utama yang perlu dimiliki, yakni keterampilan emosional mencakup regulasi emosi, manajemen stres, dan pemusatan perhatian (mindfulness), keterampilan kognitif terkait kemampuan penyelesaian masalah serta pengetahuan terkait penyalahgunaan NAPZA dan alkohol serta keterampilan sosial mengenai kemampuan interpersonal, yaitu membangun hubungan positif dengan orang lain, serta asertivitas atau kemampuan mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan dengan jelas dan saling menghargai.

Selama pelatihan peserta menggunakan buku panduan fasilitator HAT untuk berkegiatan dengan remaja usia 15 hingga 19 tahun. Buku pegangan ini terdiri atas 6 pelajaran dan 19 modul, modul 1–4 (Regulasi Emosi), modul 5–6 (Manajemen Stres), modul 7–8 (Harga Diri), modul 9–10 (Pemecahan Masalah), modul 11–12 (Pengetahuan tentang NAPZA dan Alkohol) serta modul 13–19 (Keterampilan Interpersonal). Pelatihan ini dikemas dengan micro teaching dimana setiap peserta yang sudah terbagi dalam 10 kelompok, didampingi oleh mentor dari PLATO dan LPA Klaten, mempraktikkan secara langsung aktivitas yang tersaji pada setiap modul. Peserta yang tampil menyajikan modul akan berperan sebagai fasilitator remaja, sedang yang tidak akan bermain peran menjadi remaja pada umumnya. Peserta pelatihan menyajikan modul dengan interaktif. Setiap kelompok juga mendapatkan feedback dari setiap peserta terkait materi, proses fasilitasi serta kemampuan fasilitator dalam memfasilitasi. Selain itu, mentor yang mendampingi juga memberikan penguatan dari setiap modul yang telah disampaikan.

Pada hari kedua malam, digelar malam refleksi dan unjuk kreativitas dengan tema “Healing Under Stars”. Acara ini dipandu oleh Afina Karima dan Dielan Maulana Irsyad dari LPA Muda Jawa Timur. Tari Gandrung dari Banyuwangi yang menceritakan tentang rasa syukur menjadi pembuka apik, oleh Maulana Udi Utomo Aji dari LPA Jawa Tengah. Disusul penampilan Giyo Fikri Haqiqi dari Forum Anak Surabaya, membawakan lagu tentang semangat berjuang yang berjudul Meraih Bintang. Suasana semakin semarak dengan penampilan flashmob oleh seluruh peserta dengan jingle SAFE4C dan OCSEA yang dipimpin oleh Raynajwa Salma Amalia Rizquna dan Muhammad Aditya Ibnu Sali dari Jawa Tengah.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan menulis pesan positif kepada peserta lain melalui kertas yang dimasukkan dalam amplop yang ditempel pada dinding. Melalui kegiatan ini peserta belajar untuk memberikan apresiasi kepada orang lain. Pesan mendalam tentang kesehatan mental dalam acara Healing Under Stars semakin kuat terlihat melalui penampilan tarian kontemporer oleh Grishelda Anindya dari Jawa Tengah. Berkisah tentang seseorang dengan berbagai permasalahan hidup, merasakan berbagai kondisi psikologis, marah, sedih, cemas, bingung hingga akhirnya menemukan sebuah harapan. Berbagai pertunjukan lainnya seperti drama musikal, gerak dan lagu, pantun dan lain sebagainya turut disajikan dengan indah dan penuh makna oleh peserta lainnya.

Self Love menjadi topik akhir yang disampaikan dari rangkaian kegiatan, yang dibawakan oleh Annisa Taqwa Zazi Muslim dari PLATO. Annisa memberikan penguatan kembali terkait dengan berbagai aktivitas sederhana yang dapat digunakan sebagai strategi koping untuk menjaga kesehatan mental serta pentingnya menyadari keberadaan diri (mindfullness). Pada sesi ini secara bersama-sama peserta berlatih melakukan teknik pernapasan, teknik pause yakni memberikan kesempatan pada diri untuk berhenti sejenak dari berbagai aktivitas dan fokus pada diri. Kegiatan ditutup dengan melakukan butterfly hug disertai memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri.

Hari ketiga setelah semua kelompok sudah melaksanakan micro teaching, ada refleksi akhir yang difasilitasi oleh Dita Amalia dari PLATO. Pada sesi ini Dita membahas pesan dan kesan serta pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini. Dita mengawali sesi dengan menanyakan perasaan para peserta dan mengajak untuk berbagi pengalaman. Peserta juga berbagi tentang pelajaran baru yang paling berkesan dan memberikan perubahan yang paling mendasar bagi mereka, serta berbagi pembelajaran secara personal yang diperoleh selama mengikuti  pelatihan modul HAT.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi post-test serta pembahasan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyusun strategi implementasi RTL sesuai wilayah masing-masing. Dilanjutkan mengisi Rencana Tindak Lanjut secara personal maupun dalam lingkup organisasi. Dalam sesi ini, peserta juga diingatkan untuk dapat terlibat aktif pada dua platform media sosial, yaitu Instagram Hero dan TikTok Hero yang merupakan media sosial sebagai ajang untuk berbagi dan edukasi seputar kesehatan mental remaja.

Di penghujung acara, setiap peserta mendapatkan sertifikat pelatihan Training of Trainer sekaligus ditutup secara resmi oleh Naning Pudji Julianingsih. “Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah berproses selama tiga hari ini. Semoga melalui kegiatan ini semakin banyak remaja yang terbantu untuk berkembang dan aware terhadap kesehatan mental.” Ucap Naning.

Kegiatan ini menjadi penutup serangkaian Training of Trainer Helping Adolescent Thrive. Semoga semakin banyak ruang aman untuk berbagi dan mendapatkan informasi seputar kesehatan mental bagi remaja sehingga mampu memahami potensi diri, mengelola stres dengan baik, produktif, dan dapat berkontribusi pada lingkungan sekitar. Together We Thrive!.

 

(Narasi lebih lengkap bisa dibaca DISINI )