Plato Foundation

PLATO bersama Tunas Hijau Dorong Kesadaran Remaja Bijak Bermedia Sosial

Facebook
WhatsApp
Twitter

Sabtu, 28 Februari 2026 – PLATO berkolaborasi bersama Tunas Hijau dengan dukungan UNICEF menyelenggarakan Webinar bertajuk “Menjadi Remaja SMART (Sehat Mental, Aman dan Ramah Berinternet)”. Webinar ini diikuti oleh komunitas Tunas Hijau dari seluruh Indonesia, dengan total 9.487 dari kalangan pelajar SD/MI, Pelajar SMP/MTs, pelajar SMA/SMK/MA, mahasiswa, guru/karyawan sekolah, kepala sekolah, dosen, pegawai negeri sipil, orangtua dan masyarakat umum.

Webinar ini dimoderatori oleh tiga moderator dari pangeran dan putri lingkungan hidup Tunas Hijau yang memandu jalannya sesi dari narasumber yang hadir yaitu: Jazziray Hartoyo (Asisten Deputi Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Kemenko PMK RI) , Diah Sofiah (Dekan Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya), dan Dita Amalia (Direktur PLATO). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta akan pentingnya berselancar dengan aman di ruang digital serta menjaga kesehatan mental agar anak terlindungi dari risiko dan kejahatan online.

Jazziray Hartoyo memaparkan materi terkait kebijakan dan program perlindungan anak di ruang digital. Inisiasi Kemenko PMK untuk perlindungan anak di dunia digital melalui 8 asta mantra keluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas di era digital menjadi topik utama yang disampaikan.

Diah Sofiah menyampaikan materi mengenai psikologi perilaku remaja di ruang digital. Digital bukan lagi dunia maya, melainkan eksistensi dari realitas itu sendiri. Oleh karena itu, remaja perlu memiliki kemampuan untuk mengelola penggunaan media sosial dengan baik, membatasi waktu penggunaan gawai, serta membangun pola pikir yang sehat agar tidak mudah terpengaruh oleh standar sosial yang muncul di dunia maya.

Dita Amalia menyampaikan materi mengenai menjaga kesehatan mental remaja di era digital. Konsep remaja SMART yang disampaikan meliputi kemampuan untuk menggunakan internet secara aman, berpikir sebelum membagikan informasi, meregulasi emosi apapun yang hadir ketika berinteraksi online serta menghadirkan empati dalam berinteraksi di media sosial, serta memanfaatkan internet untuk kegiatan yang positif dengan memperkuat peran remaja sebagai pelopor dan pelapor di ruang digital.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias dengan berbagai pendapat dan pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber. Melalui kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya menjadi remaja yang sehat secara mental dan bijak berinternet  agar mampu menciptakan ruang digital yang  aman.