Surabaya, 16-18 Januari 2025. Terselenggara Pelatihan Pengembangan Koalisi Bersih Narkoba di Gedung Siola Kota Surabaya. Kegiatan pembukaan pada hari pertama dihadiri oleh Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya, Kepala BNN Kota Surabaya, 4 Camat yakni dari Dukuh Pakis, Gayungan, Jambangan dan Sawahan serta 8 Lurah yakni dari Banyu Urip, Dukuh Menanggal, Gayungan, Gunung Sari, Kebonsari, Ketintang, Menanggal, Pagesangan dan Putat Jaya, serta seluruh peserta pelatihan pengembangan koalisi baru.
Kegiatan diawali arahan teknis oleh Dita Amalia S.Sos.,M.Psi Direktur PLATO. Dita menyampaikan tujuan dari diadakan kegiatan ini serta pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan Surabaya Bersinar. Dilanjutkan sambutan oleh Kepala Bakesbangpol, Maria Theresia Ekawati Rahayu, S.H., M.H sekaligus membuka kegiatan. “Kegiatan ini bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di kota meteropolitan seperti Surabaya yang memiliki banyak jalur masuk peredaran narkoba”, ujar Maria. Bakesbangpol siap mendukung seluruh kegiatan yang memperkuat Program P4GN salah satunya dengan menyusun Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2024. Selain itu, Bakesbangpol juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan Gayungan yang telah membuat program Gerakan Gayungan Anti Narkoba (GEGANA) dengan mendorong setiap kelurahan di wilayahnya untuk membentuk koalisi bersih narkoba.
Paparan terkait Kebijakan dan Strategi P4GN dalam Upaya Mewujudkan Surabaya Bersih Narkoba disampaikan langsung oleh Kepala BNNK Surabaya, Kombes Pol Heru Prasetyo,S.I.K., M.Hum. Menurut Heru pentingnya membangun kolaborasi dengan melakukan koordinasi dan komunikasi bersama pemangku kepentingan untuk pelaksanaan P4GN, mendorong pemerintah daerah mendukung pelaksanaan P4GN di wilayah serta membangun kesadaran dan pemahaman mengenai bahaya narkotika beserta upaya pencegahannya. Pembacaan dan tandatangan deklarasi menjadi penutup acara pembuka pada hari pertama. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan yang disampaikan selama tiga hari oleh trainer CADCA, David Aquilar.
Pelaksanaan pelatihan pengembangan koalisi diikuti perwakilan 12 sektor (Remaja, Orang Tua, Pengusaha, Media, Pendidikan, Organisasi Pemuda, Penegak Hukum, Organisasi Sipil, Organisasi Keagamaan, Kesehatan, Pemerintah Setempat, Organisasi Penyalahgunaan NAPZA) dari 5 kelurahan yakni Banyu Urip, Dukuh Menanggal, Gayungan, Gunung Sari serta Ketintang. CADCA mengawali pelatihan dengan menyajikan modul 1 yakni terkait pembentukan koalisi. “ Terdapat 5 produk koalisi yang nantinya akan dihasilkan dari koalisi, meliputi penilaian masyarakat, model logika, rencana strategis, rencana evaluasi serta rencana keberlanjutan”. David juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai sumber daya dalam memperkuat sebuah koalisi.

Pada modul kedua yakni terkait penilaian masyarakat, David menekankan pentingnya mengumpulkan data awal, agar langkah yang nantinya dilakukan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dapat tepat sasaran. Pada akhir sesi pelatihan, setiap koalisi menyusun Rencana Tindak Lanjut. Nantinya PLATO secara berkala akan melakukan technical assistance dan memberikan capacity building kepada seluruh koalisi Surabaya dalam membangun dan mengembangkan koalisi. Sebelum kegiatan berakhir, peserta secara bersama-sama melakukan butterfly hug, sebagai apresiasi terhadap diri sendiri yang telah semangat mengikuti pelatihan serta memberikan afirmasi positif agar dapat terus bergerak melakukan kebaikan untuk mewujudkan Indonesia BERSINAR.
Seusai pelatihan pengembangan koalisi baru berakhir, PLATO bersama CADCA melakukan pembekalan dan penguatan pada 4 koalisi lama yakni Kebonsari, Menanggal, Pagesangan dan Putat Jaya. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan anggota koalisi serta Kasie Kesra Kelurahan. Acara dibuka dengan pengantar dari PLATO terkait pemenuhan 5 produk koalisi dan dilanjutkan evaluasi giat koalisi bersama David, Trainer CADCA. Melalui sesi ini, setiap koalisi menceritakan kondisi dan tantangan yang dihadapi. “Tanpa dukungan dari lurah dan camat, saya rasa koalisi akan sulit bertahan”, ujar salah satu peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan oleh Ria Damayanti, S.H.,M.M terkait Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya P4GN Mendukung Surabaya Sebagai Kota Tanggap Anti Narkoba (KOTAN). Ria menekankan beberapa strategi yang perlu dilakukan dalam membangun KOTAN antar lain penguatan kelembagaan, penguatan regulasi, pengembangan kapasitas lembaga melalui advokasi, melibatkan pemangku kebijakan dan komponen masyarakat, pengembangan kegiatan berasaskan kearifan lokal, pengembangan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) melalui media sosial,serta pelaksanaan kerjasama dengan pemangku kebijakan. ”Terkadang memang tidak mudah mengajak masyarakat untuk bergerak bersama, koalisi perlu memiliki strategi yang tepat, berkelanjutan dan perlu masuk ke masyarakat dengan pendekatan yang mudah diterima”, tegas Ria.
Pada akhir sesi, setiap koalisi menyusun Rencana Tindak Lanjut terkait kegiatan yang akan dilakukan untuk memperkuat koalisi yang ada. “Semoga koalisi dapat terus bergerak untuk mencegah penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan generasi emas” ujar Dita Amalia menutup kegiatan ini.