Pada 24 dan 25 Februari 2025, tim UNICEF terdiri dari Astrid Gonzaga Dionisio – Child Protection Specialist UNICEF Indonesia, Naning Pudjijulianingsih – Child Protection Specialist UNICEF wilayah Jawa dan Fauzia Firdaniza – Child Protection Officer UNICEF Indonesia mengadakan Kunjungan Monitoring Pelaksanaan Program Perlindungan Anak di Kabupaten Trenggalek. Didampingi oleh mitra pelaksana program dari Yayasan PLATO dan Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur dan Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek.
Kunjungan ini bertujuan untuk (1) Mengetahui dan memahami secara langsung penyelenggaraan sistem perlindungan anak khususnya pelaksanaan program SAFE4C, SETARA-OCSEA, Pencegahan perkawinan anak serta pencatatan kelahiran, kemajuan dan hasil yang dicapai serta tantangan yang dihadapi; (2) Mendapatkan masukan, umpan balik, serta saran secara langsung dari para pemangku kepentingan dan peserta / pemanfaat program untuk penyesuaian strategi dan implementasi program berdasar hasil pembelajaran dan observasi dari kunjungan lapangan; (3) Mendapatkan masukan untuk strategi replikasi praktik baik dari program yang sudah berjalan.
Kunjungan Hari 1, Senin 24 Februari 2025 : Di Desa Gemaharjo (Desa safe4C, Desa INSAN, Desa 0 Perkawinan anak), Sekolah INSAN (Internet Sehat dan Aman) SMPN 2 Watulimo dan Basecamp FOKAT (Forum Komunikasi Anak Trenggalek /Forum Anak Kabupaten).
Kunjungan Hari 2, Selasa 25 Februari 2025 : Di Kantor PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) dan di Puskesmas Rejowinangun.
Gambaran Kegiatan:

Di Desa Gemaharjo dan Desa Munjungan, merupakan 2 diantara 5 desa di Kabupaten Trenggalek yang terpilih menjadi desa dampingan program Safe4C, Desa 0 Perkawinan Anak dan Desa INSAN. Pada kunjungan tersebut tim UNICEF disambut dengan tarian selamat datang dari FAD Gemaharjo, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Gemaharjo. Sekretaris Desa Gemaharjo dan Kepala Desa Munjungan secara bergantianmempresentasikan perkembangan Desa Safe4C, Desa 0 Perkawinan Anak dan Desa INSAN. Tim UNICEF sangat senang dan bangga atas capaian kedua desa tersebut, ”Saya senang mendengar pengakuan dari Bapak Kepala Desa terkait isu anak yang ada di desa bapak dan telah meresponnya dengan program yang dibiayai dengan dana desa,”kata Astrid. Setelah paparan, dibuka ruang diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Naning Pudjijulianingsih.
Tim Bappedalitbang ikut mendampingi dan menyatakan bahwa program kerjasama ini mendukung kemajuan bagi Kabupaten Trenggalek, penanganan isu perlindungan anak (perkawinan anak) berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Angka kemiskinan ekstrem 0 % dan angka perkawinan anak hampir 0 %. Kedepan praktik baikdari dua desa ini bisa diterapkan di desa / kelurahan lainnya melalui DPMD. Cinta anak FAD Gemaharjo tidak ketinggalan untuk menyampaikan pendapatnya. FAD membutuhkan dukungan pelatihan agar anak FAD bisa memberikan edukasi ke sesama remaja. Camat Watulimo juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga anak-anak untuk mewujudkan iIndonesia cerah. ”Seluruh stakeholder kecamatan siap mendukung program perlindungan anak”, seru camat. Kunjungan ditutup dengan foto bersama dan penampilan tarian kedua oleh FAD.
Di Sekolah INSAN SMPN 2 Watulimo, merupakan 1 diantara 15 sekolah INSAN. Kunjungan ini disambut dengan penampilan gerak dan lagu jingle #JagaBarengLawanOCSEA ,hadrah dengan lagu sholawatan yang disisipkan lirik #JagaBarengLawanOCSEA oleh Duta INSAN serta menikmati musik gamelan. Duta INSAN juga mengajak tim UNICEF untuk bermain ular tangga #JagaBarengLawanOCSEA. Sambil bermain dan berkunjung di beberapa tempat, mereka berdialog seputar OCSEA. Acara di Aula dipandu oleh Duta INSAN sebagai MC, pembaca doa, dan dirigen. Bapak Kepala sekolah mempresentasikan perkembangan Sekolah INSAN, dilanjutkan dengan sambutan dari UNICEF dan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sambutannya Bu Astrid menyampaikan rasa bangganya terhadap sekolah ini.
”Saya senang mendengarkan kegiatan di sekolah ini terutama kampanye penggunaan internet aman untuk anak, sekolah ini sebagai contoh sekolah INSAN yang tidak hanya berbicara tentang internet saja tapi pesan itu disisipkan dalam kegiatan lain sebagai pengembangan talenta anak”, kata Astrid. Beliau mengingatkan kepada bapak/ibu guru bahwa internet itu adalah play ground bagi anak-anak, jadi harus dipastikan sehat dan aman. Melibatkan orang tua ke depannya menjadi langkah yang luar biasa. Sekolah ini juga ditantang untuk kesediaannya sebagai laboratorium Sekolah INSAN yang akan didokumentasikan. Harapannya ketika siap menjadi percontohan Sekolah INSAN, maka materinya perlu dipelajari ulang dan peran Duta INSAN perlu diperkuat lagi dan perlu dilatih lagi. Jika terpapar OCSEA atau terpapar kekerasan lainnya harus memberitahu atau mencari bantuan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah menikmati hidangan makan siang.
Di Basecamp FOKAT. Basecamp FOKAT bertempat di Rumah Perempuan berlokasi di lingkungan Pendopo Kabupaten Trenggalek. Kegiatan dialog dan sharing seputar kegiatan FA di Filipina serta kegiatan FOKAT lainnya oleh perwakilan FOKAT. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
Di PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga). PUSPAGA berlokasi sama dengan basecamp FOKAT. Kegiatan kunjungan meliputi : Observasi dan dialog mekanisme desa 0 perkawinan anak, Mempelajari form untuk assesment catin dan ortu di bawah umur dan Observasi proses assessment klien catin dan ortu. Narasumber dalam kunjungan tersebut Mbk Ratri – konselor PUSPAGA dan bu Suci – Kabid P3A – DINSOSP3A Kabupaten Trenggalek. Dalam kunjungan tersebut Bu Astrid secara detail memahami mekanisme desa 0 perkawinan dan supporting dokumen pendukungnya dan membaca file2 terkait informasi tersebut untuk melengkapi informasi yang telah di jelaskan oleh narasumber.
Di Puskesmas Rejowinangun- Kec. Trenggalek. PEKKA TALI (Pelayanan Akte Kelahiran Kematian Tepat Langsung Jadi) merupakan salah satu layanan puskesmas yang dikunjungi oleh tim UNICEF. Disambut oleh Kepala Puskesmas yang didampingi oleh Kabid Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Trenggalek, Operator PEKKA TALI dan Koordinator Bidan. Kepala Puskesmas memberi sambutan selamat datang dan memberikan informasi terkait pelaksanaan PEKKA TALI. Kepala Bidang menambahkan informasi terkait tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan Program PEKKA TALI. Setelah memberikan informasi terkait maksud dan tujuan kunjungan, tim UNICEF selanjutnya melihat fasilitas PEKKA TALI dan melihat langsung operator PEKKA TALI memproses akte kelahiran bayi yang baru lahir. Pada saat kunjungan tersebut, perwakilan dari Dinas Kependudukan juga turut serta mendampingi. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama.