Kegiatan pengambilan data dan informasi evaluasi akhir pelaksanaan program pencegahan dan penanganan awal kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ruang digital (OCSEA/ Online Child Sexual Exploitation and Abuse) di Kabupaten Trenggalek – Jawa Timur diawali dengan kegiatan persiapan yang dilaksanakan mulai tanggal 11 Juli 2025 secara daring maupun luring yang diikuti oleh tim evaluator, UNICEF, DinsosP3A dan PLATO. Output dari kegiatan persiapan ini adalah ada kesepakatan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan, calon responden, surat pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek kepada para responden dan pembagian peran antara PLATO dan DinsosP3A dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Adapun rangkaian kegiatan pelaksanaan pengambilan data dan informasi di Kabupaten Trenggalek sebagai berikut :
Senin, 4 Agustus 2025
- Tim Evaluator dari Migunani, Novita dan Silvi tiba di Trenggalek dan tinggal di Hotel Ja’as Trenggalek sore hari.
- Wawancara group dengan PLATO, dilaksanakan di lobby Hotel Ja’as jam 20.00 – 22.00 WIB dengan peserta Endang Suprapti, Arini dan Rochman. Evaluator selain menanyakan terkait Program SETARA- OCSEA, evaluator meminta untuk tidak ikut berproses dengan responden selama proses pengambilan data dan informasi. PLATO maupun dinas hanya menyiapkan dan memastikan peserta hadir dan mengambil foto saat kegiatan berlangsung dan diakhir kegiatan menyelesaikan urusan administrasi dengan peserta.
- Wawancara dengan PJ KadinsosP3A bertempat di ruang Kepala DinsosP3A dari jam 09.00 – 10.30 WIB.
- Wawancara group dengan UPTD P3A , yaitu: Kabid P3A : Suci; Peksos : Endang Sri Purwani dan Tigar Ardian; Konselor : Ratri Purwaningsih; Kanit PPA Polres, Ketua LBH Muhammadiyah, bertempat di ruang Kepala DinsosP3A dari jam 10.30 – 12.30 WIB.
- Wawancara grup dengan anak perempuan diikuti 8 anak perempuan terdiri dari 2 anak perwakilan FOKAT, 6 anak perwakilan Duta Sekolah INSAN (SMPN 2 Watulimo, SMPN 2 Panggul, MTsN 3 trenggalek, SMAN Pule, SMAN Tugu dan SLB Panggungsari), dilaksanakan di rumah perempuan dari jam 13.00 – 15.00 WIB. Anak-anak selain FOKAT kehadirannya diantar oleh bapak/ibu guru.
- Pada saat wawancara dengan anak perempuan tersebut tim dari KEMENPPA hadir di Trenggalek. Selain melakukan observasi kegiatan , juga melakukan wawancara dengan Konselor PUSPAGA terkait Strategi Desa Nol Perkawinan Anak.
- Wawancara dengan Direktur PLATO, Dita Amalia dilaksanakan di Obong Cafe – Trenggalek jam 17.00 – 20.00 WIB.
- Wawancara grup orang tua diikuti 8 orang tua anak remaja (Bapak/Ibu) bertempat di Balai Desa Munjungan Kecamatan Munjungan jam 09.00 – 11.00 WIB. Tim KEMENPPA dan Tim DinsosP3A ikut mendampingi kegiatan tersebut tetapi tidak ikut berproses dalam kegiatan.
- Wawancara dengan Ketua LPA Trenggalek, Haris Yudanto, bertempat di Pendhapa Garden Trenggalek jam 19.30 – 21.30 WIB.
- Tim KEMENPPA mengikuti seluruh kegiatan hari ini.
- Wawancara grup dengan fasilitator masyarakat dihadiri 6 orang fasilitator masyarakat (Fasmas) terdiri dari 3 orang fasmas dari desa dampingan program OCSEA (Gemaharjo, Munjungan, Jombok ) dan 3 orang fasmas dari komunitas (PEKKA, AISYIAH, Peduli IT). Dilaksanakan di rumah perempuan pada jam 09.00 – 11.00 WIB. 2 orang fasmas dari Desa Sawahan dan Desa Winong tidak bisa hadir karena ada keperluan mendadak.
- Wawancara grup dengan 2 orang Peksos ( Endang dan Ratri), dilaksanakan di rumah perempuan pada jam 11.00 – 13.00 WIB. Wawancara ini merupakan tambahan kegiatan karena menurut evaluator masih membutuhkan tambahan informasi dari Peksos , dimana wawancara yang sebelumnya telah dilaksanakan dengan UPTD P3A.
- Pada sesi siang (jam 13.00 – 15.00 WIB) bertempat di rumah perempuan. Evaluator membagi diri menjadi 2 kegiatan dengan pembagian peran sebagai berikut : Silvi melakukan wawancara dengan Kepala Desa Munjungan dan Novita melakukan wawancara grup dengan fasilitator guru.
- Wawancara fasilitator guru diikuti 7 fasilitator guru perwakilan dari SMPN2 Watulimo, SMPN 2 Panggul, SMPN 1 Pule, MTsN 3 Trenggalek, SMAN 1 Pule, SMAN 1 Tugu dan SLBN Panggungsari Durenan. 1 orang perwakilan guru dari SMKN 1 Watulimo tidak hadir karena adanya kesalahan kantor Cabdin Prov Jatim dalam mengirim surat.
- Tim KEMENPPA mengikuti kegiatan sesi pagi karena siang hari telah kembali ke Jakarta.
Post Views: 135