Plato Foundation

Dukung Pencegahan Stunting, PLATO Selenggarakan Pelatihan Komunikasi Interpersonal bagi Kader Kesehatan “Komunikasi Yang Menggerakkan, Teladan yang Menginspirasi dan Aksi yang Menyelamatkan” di Kota Surabaya

Facebook
WhatsApp
Twitter

Stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis ini berdampak pada perkembangan fisik kognitif, serta produktivitas generasi mendatang. Berdasarkan data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2024, prevalensi stunting nasional mencapai 19,8%, sementara Jawa Timur mencatat angka 14,7% dan Kota Surabaya 8,5%,. Meskipun menunjukkan tren lebih rendah dari angka nasional dan berada dibawah ambang batas yang direkomendasikan WHO yaitu dibawah 20%, namun upaya pencegahan stunting tetap harus dilakukan guna mencegah kenaikan angka prevalensi serta meminimalisir  dampak serius lainnya.

Komunikasi risiko dan keterlibatan komunitas memegang peran yang sangat strategis dalam pencegahan stunting. Komunikasi risiko yang efektif tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengelola persepsi, membangun kepercayaan serta mendorong perubahan perilaku ditingkat individu maupun kolektif. Sementara itu, keterlibatan komunitas memperkuat partisipasi masyarakat dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pencegahan stunting sehingga intervensi yang dilakukan lebih relevan, diterima dan berkelanjutan. Melalui penguatan respon komunikasi risiko dan partisipasi aktif komunitas, diharapkan upaya pencegahan stunting di Kota Surabaya dapat lebih terarah, adaptif dan berdampak nyata.

Kamis, 31 Oktober 2025 PLATO berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Interpersonal bagi 40 kader kesehatan di Kelurahan Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader kesehatan tentang komunikasi interpersonal sebagai pendekatan dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting yang efektif di masyarakat. Sekretaris Kelurahan Dukuh Menanggal menyambut baik pelatihan ini “Terimakasih sudah melakukan pelatihan bagi kader kesehatan di Dukuh Menanggal, semoga kader semakin terlatih dan dapat terus menggerakkan pencegahan stunting”, seru Nanang. Sambutan juga disampaikan oleh Solicha selaku Bidan Kelurahan Dukuh Menanggal dengan memberikan semangat kepada peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik agar nantinya dapat berdampak pada setiap kegiatan pencegahan stunting. Turut hadir Ketua KGM, dr. Sri Lestari untuk memberikan penguatan terkait Kebijakan, Tantangan dan Hambatan Permasalahan Gizi Kota Surabaya.

Rangkaian pelatihan dikemas dengan interaktif dan menyenangkan melalui  creating connection, mengidentifikasi bersama tantangan-tantangan dalam pencegahan stunting serta penguatan dan praktik prinsip komunikasi interpersonal dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting. Sesi terakhir, peserta yang dibagi dalam lima kelompok diberi ruang untuk unjuk aksi lewat praktik untuk menyampaikan pesan pencegahan stunting (Cuci Tangan Pakai Sabun, Makanan Gizi Seimbang, ASI Ekslusif, MPASI, Tablet Tambah Darah) kepada masyarakat termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan Ibu balita.

Peserta juga dibekali campaign kit sebagai panduan dalam menyampaikan edukasi di masyarakat. Tidak cukup hanya pelatihan ini, nantinya akan dilakukan monitoring berkala pada giat-giat kader serta challenge kader inspiratif yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam giat pencegahan stunting di Kota Surabaya. Tidak berhenti sampai disini, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan Parenting SUPERMAN (Suami Peduli dan Responsif Menyehatkan Anak), Kelas Memasak SEMARAK (Sehat, Murah, Enak)   serta kegiatan penjangkauan yang dilakukan oleh ayah dan kader Kesehatan terlatih.

Harapan kedepan, upaya-upaya pencegahan dan penanganan stunting yang telah dilakukan oleh berbagai stakeholder tidak hanya memberikan dampak positif bagi penurunan angka stunting di Kota Surabaya namun juga berkontribusi pada percepatan penurunan stunting sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. Cegah Stunting Itu Penting!