Jum’at, 25 April 2025. PLATO mengadakan Capacity Building Kesehatan Mental bagi peserta MBKM dengan topik “Strategi SPACE, Mengelola Keputusan dalam Mencegah Penyalahgunaan NAPZA”. Kegiatan ini dihadiri oleh 8 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran terkait kesehatan mental serta penguatan keterampilan dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA pada remaja. Kesehatan mental remaja menjadi materi pembuka yang disampaikan oleh Annisa Taqwa Zazi Muslim. Pada sesi ini peserta juga belajar terkait regulasi emosi dan coping stres.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua terkait strategi SPACE (Safe Zone, Push and Pull, Alternatives, Consequences, Exercising Caution) yang disampaikan oleh Fasilitator Remaja HAT (Helping Adolescents Thrive), Arini Fahma Qona’ati. Strategi SPACE akan menawarkan beberapa strategi untuk mengelola pengambilan keputusan tentang napza dan mempersiapkan sebelumnya untuk situasi ketika Kamu mungkin dihadapkan pada tantangan untuk mengatakan “tidak”.
‘S’ di SPACE adalah untuk ‘safe zone atau zona aman’. Menentukan zona aman dan zona bahaya dapat sangat membantu. Beberapa hal yang dapat memberi tahu kita bahwa kita berada di zona bahaya meliputi:
- Kita ditekan untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan
- Kita merasa sangat tidak nyaman, cemas, khawatir
- Orang-orang di sekitar kita membahayakan keselamatan kita
‘P’ di SPACE adalah untuk ‘push and pull atau pendorong dan penarik’. Mengetahui faktor pendorong dan penarik kita sendiri juga dapat membuat perbedaan besar dalam cara kita memikirkan NAPZA dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan. Setelah mengetahui faktor pendorong dan penarik, ada beberapa strategi yang dapat membantu tetap aman. Contoh bagaimana memahami faktor pendorong dan penarik membantu kita mengatakan tidak pada NAPZA. Asumsikan temanmu menggunakan NAPZA karena bosan dan ingin bersenang-senang. Dia ingin kamu bergabung dengannya sehingga kalian bermain. Mengetahui informasi ini dapat membantu Kamu menentukan bagaimana kamu ingin merespons. Misalnya, kamu dapat mengatakan:
“Aku tahu kamu merasa minum alkohol itu keren, tetapi aku benar benar ingin memenangkan pertandingan sepak bola besok dan jika aku minum sekarang, aku tidak akan bisa bermain sebaik itu. Aku tidak tertarik untuk minum”
‘A’ di SPACE adalah untuk ‘alternative atau alternatif’. Memikirkan alternatif dari penggunaan napza adalah strategi lain yang berguna. Misalnya, jika sekelompok teman merokok sebagai cara untuk mengatasi stres, bagaimana tanggapan kamu dengan beberapa alternatif untuk mengelola stres? Pikirkan kembali terkait coping stress yang bisa kita lakukan.

‘C’ dalam SPACE adalah untuk ‘consequences atau konsekuensi’. Sebelum terlibat dalam penggunaan napza, pertimbangkan konsekuensinya. Misalnya, beberapa alasan sah yang dapat Kamu pikirkan atau komunikasikan kepada orang lain meliputi: → Menggunakan napza membuat kamu merasa pusing, membuat kamu sakit kepala, atau membuat kamu merasa sakit → Kamu memiliki ujian penting besok dan kamu tidak ingin penggunaan napza mengacaukan kamu → Penggunaan napza akan menyebabkan konflik antara kamu dan orang tua kamu → Menggunakan napza akan mengakibatkan kamu tidak dapat mengemudi dengan aman, dan ini adalah bahaya yang tidak sepadan
‘E’ di SPACE adalah untuk ‘exercising caution atau berhati-hati’. Ini berarti berpikir ke depan dan membuat rencana untuk keamanan fisik. Sebagai contoh: → Jika kamu tidak ingin menggunakan napza, rencanakan untuk berada di sekitar orang-orang yang akan merasa nyaman untuk mengatakan ‘tidak’ kepada kamu atau menghindari situasi di mana mungkin ada risiko kamu ditekan untuk menggunakan napza. → Pastikan bahwa kamu tidak berada dalam situasi di mana seseorang yang telah menggunakan napza akan mengemudi.
SPACE dapat digunakan kapan pun, terlebih saat perlu menolak NAPZA dan saat perlu mengomunikasikan keputusan kamu kepada orang lain. Sebagai pesan penting, jika Kamu menghadapi situasi sulit untuk menolak penyalahgunaan NAPZA atau terlanjur menggunakan NAPZA dan ingin berhenti, kamu tidak harus melakukannya sendiri. Tidak apa-apa mencari bantuan dari orang dewasa dan layanan rehabilitasi NAPZA seperti Layanan Rehabilitasi Adiksi Narkoba di PLATO Foundation.
Kegiatan ini dikemas dengan pendekatan Komunikasi Antar Pribadi, melalui berbagai permainan, diskusi dan studi kasus. Butterfly Hug untuk lebih mencintai diri sendiri dan berterima kasih atas apa yang sudah dilalui diri sendiri menjadi penutup dalam kegiatan ini.