Stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis ini berdampak pada perkembangan fisik kognitif, serta produktivitas generasi mendatang. Berdasarkan data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2024, prevalensi stunting nasional mencapai 19,8%, sementara Jawa Timur mencatat angka 14,7% dan Kabupaten Sidoarjo 10,6%. Meskipun menunjukkan tren lebih rendah dari angka nasional dan berada dibawah ambang batas yang direkomendasikan WHO yaitu dibawah 20%, namun upaya pencegahan stunting tetap harus dilakukan guna mencegah kenaikan angka prevalensi serta meminimalisir dampak serius lainnya.
Faktor pengetahuan dan perilaku dengan berbagai praktik pengasuhan dalam masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Perlu untuk terus menumbuhkan kesadaran terkait pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta memperkuat pencegahan praktik pemberian makanan tambahan yang tidak sesuai anjuran serta rendahnya masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan ibu dan anak. Keterlibatan semua unsur masyarakat penting dalam upaya pencegahan stunting, termasuk peran suami. Peran suami sering kali dipandang sebatas pencari nafkah, sementara peran pengasuhan dan kesehatan anak lebih banyak dibebankan kepada istri. Faktanya berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki dampak positif terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari perkembangan emosional, kognitif, hingga kesehatan mental anak.

Sabtu, 1 November 2025 PLATO berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Kelas Parenting SUPERMAN: Suami Hebat, Keluarga Sehat! yang dihadiri 21 (dua puluh satu) orang suami yang memiliki istri hamil, menyusui atau memiliki anak balita. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pendodo Kelurahan Pepelegi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para suami untuk ikut mengambil peran dalam pengasuhan positif agar stunting bisa dicegah sedini mungkin. Iswahyudi selaku Kepala Desa Pepelegi menyambut baik kegiatan ini. Melalui sambutannya Iswahyudi mendorong para suami agar menjadi teladan dalam penerapan hidup sehat dan siap siaga melindungi anak dari stunting.

Connection creation mengawali giat ini, dilanjutkan penguatan materi terkait Pentingnya Peran Aktif Suami dalam Mencegah dan Menangani Stunting di Keluarga oleh Sub Koodinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Sidoarjo, M.Soffa, S.Gz. Materi selanjutnya disampaikan oleh Dita Amalia selaku Direktur PLATO tentang Kesetaraan dalam Pengasuhan untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal. Kegiatan berlangsung interaktif, seluruh peserta dalam kelompok menuliskan dan mempresentasikan tentang peran suami dalam mendampingi ibu hamil, ibu menyusui dan mendampingi anak balita untuk tetap sehat dan terhindar dari stunting. Selain itu peserta juga belajar terkait kesetaraan peran antara suami dan istri dalam tumbuh kembang anak. Tidak berhenti hanya dari kelas parenting ini, selanjutnya peserta akan melakukan aksi-aksi nyata serta mengikuti challenge SUPERMAN inspiratif yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam giat pencegahan stunting di keluarga dan masyarakat.
#CegahStuntingituPenting #SidoarjoSiapCegahStunting #Suami Hebat,KeluargaSehat